Terengkuh

February 10, 2011 at 3:26 am (Puisi)

Sayap itu tak sebebas hasrat

Meski angkasa luput dari rambu

Para kenari bagai terhimpit panggung teater

Sirip-sirip seperti kuncup di tengah pasifik

Sang mamalia laut bukan menari tapi berlari

Meski ribuan mil dalam kebiruan, kuncup itu terpetik mati

Raungannya menggelegar hingga kesela-sela ranting

Cakar dan taring bagai belenggu

Bukan sekedar memangsa, tapi mungkin ingin menyapa

Jari-jari ini tak mampu mengupas

Kaki ini tak sanggup melompati

Hanya mulut saja yang mengerti mengunyah

Akalpun tertunduk saat menerka

Semesta berupa alur, manusia mencari arah

Advertisements

Permalink Leave a Comment

“Rere dan aku, untukmu”

January 31, 2011 at 1:37 am (Corat coret)

Warna dunia ini semakin kusam dan tak bercorak. Tidak ada lagi rona-rona merah muda lekat pada dirimu. Abu-abu dan kehitaman yang selalu kau anggap tentang langit, bukan lagi biru. Semua yang hinggap pada kelopak merahmu, tak seluruhnya kumbang tetapi ada lebah yang selalu setia pada sang ratu. Dikehitaman langit ada pelangi kecilmu dengan warna-warni tingkah lakunya sebagai pijaranmu. Cobalah kau masukan warna-warna baru pada kanvas duniamu agar tak lagi kusam. Mungkin dideretan warna-warna itu ada aku yang dapat memberimu rona agar lukisanmu kembali hidup.

Permalink Leave a Comment

jerit di keheningan

January 30, 2011 at 7:34 am (Corat coret)

angin bertiup

hujan jatuh

anak-anak muda mati

keluh kemiskinan

berkibar seperti bendera

kata di nisan kami

yang tertimbun tiran demokrasi

di bawah telapak yang berkuasa

maka di saat-saat begini

kami harus menjerit setinggi-tingginya

Permalink Leave a Comment

Sejarah Adalah Cermin

January 19, 2011 at 3:24 am (Lirik)

Berawal dari peperangan Badar satu titik kemulian mulai berdiri
Membenamkan wajah-wajah kesombongan quraisy
Kesombongan mereka mendarah daging layaknya kebencian kaum yahudi
Membuat Uhud menjadi saksi penghianatan umat akibat rayuan duniawi
Melengkapi tahun kesedihan sang mahluk mulia pembawa risalah Illahi
Kota penuh cahaya dikelilingi kegelapan diiringi keangkuhan dendam
Khandak bukti kecerdasan Salman Al-Farisy demi keutuhan al-muqaromah
Pelajaran berharga bagi mereka yang tidak mempercayai dan penghianat risalah
Kemenangan Yarmuk menjawab semua hinaan ejekan kepada Syaifullah
Keputusan taktik melengkah mundur demi kemenangan besar merupakan berkah
Berkah bagi penduduk Andalusia saat kedzaliman menguasai diri dan darah
Islam mendatangkan panglima penuh ketawadhuan dibalut keberanian
Membabat habis semua kedzaliman serta kebodohan
Terbangunlah Andalusia dengan ilmu penuh kemuliaan
Ya kawan ketawadhuan, keberanian merupakan kunci dari perjuangan
Begitulah Sallahudin al-ayubi mempertahankan islam melelaui keimanan
Hingga membuat pasukan salib tidak bisa mengakui kekalahan atas kebajikan
Jatuhnya Konstantinopel dan Byzantium kepelukan islam bukan semata hanya takdir
Tetapi pada saat itu Al-Quran dan sunnah masih dipegang teguh sampai darah mengalir
Seperti itulah keteguhan hati sang duta islam pertama Mushab bin Umair
Keteguhan hati yang mulia dapat membuat hati bahagia walaupun Makkah terisolir
Ya kawan jangan ragu jadikanlah sejarah sebagi cermin agar hati dan pikiran mu terorganisir
Ingat janji Allah pasti kan datang bagaikan sungai-sungai di dalam syurga selalu mengalir
Taakan pernah berhenti kami menyatukan umat islam kembali walau terpisah teritorial
Keinginan besar seorang Hassan Al Bana hingga peluru mempertemukan Ia dengan ajal
Taakan pernah habis perlawanan kami sampai mereka pergi dari tanah suci para Nabi
Perlawanan dasyat seorang buta, tuli, lumpuh terhadap kaum pencari tanah yang diberkati
Suara takbir menggema menggentarkan wilayah timur Indonesia basis perlawanan Islami
Jafar Umar Thalib, Abu Jibril dan semua kesatria pemegang teguh risalah anak negeri
Pembela serta pelindung panji-panji Allah agar tetap tegak berdiri diatas pengorbanan suci
Ya kawan saatnya kita melanjutkan perjuangan mereka walaupun berat harus kita hadapi
Dengan Al-quran ditangan kananmu serta senjata ditangan kirimu kita ukir kemenangan sejati.

Jadikanlah sejarah baik ataupun buruknya sebagai cermin untuk masa depan yang lebih mulia.

Permalink Leave a Comment

Next page »